Faktor Yang Mempengaruhi Kesuburan Wanita

Faktor Yang Mempengaruhi Kesuburan Wanita

obesitas 2

Masalah kesuburan terkait dengan cepat dan tidaknya mendapatkan momongan. Jika pasangan sumai sistri tidak segera mendapatkan bisa jadi terjadi gangguan fertilitas atau disebut dengan infertilitas. Untuk itu, ketahui beberapa faktor yang mempengaruhi kesuburan wanita.

Faktor Yang Mempengaruhi Kesuburan Wanita

1.Usia

Salah satu faktor yang mempengaruhi kesburun wanita adalah usia. Menurut dr.Dwiana Ocviyanti SpOG, staf pengajar di Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI, antara usia 20-30 tahun, tingkat kesuburan wanita sangat tinggi. Namun diatas usia 35 tahun tingkat kesuburannya mulai ngedrop. Diatas 40 tahun kesuburan wanita menurun tajam.

2.Riwayat keluarga

Jika ibu atau nenek anda mengalami menopause dini (dibawah usia 45 tahun), waspadalah kesuburan wanita ternyata berelasi secara genetis (keturunan). Wanita yang memiliki ibu dengan menopause normal atau terlambat. lazimnya lebih fertil.

3.Siklus haid

Siklus haid yang baik adalah jarak dari haid pertama hingga haid pertama berikutnya adalah antara 21-35 hari.

4.Saat haid, produksi darah sangat sedikit

Besar kemungkinan anda adalah pasien sindrom ovarium polilistik. Akibatnya, kadar hormon androgen dan kadar hormon testosterone serta estrogen menurun. Gejalanya adalah rasa lelah berlebihan, berat badan melonjak drastis dan keinginan untuk terus ngemil makanan berkadar gula tinggi.

5.Nyeri menjelang atau saat haid

Nyeri menjelang atau saat haid merupakan gejala dari penyakit endometriosis, yakni adanya sel endometriosis (sel dalam rahim) yang menempel di tempat yang tidak seharusnya.

6.Keputihan

Keputihan bisa menjadi bencana bagi kesuburan wanita, terutama bila jenis keputihan tersebut tergolong infeksi.

7.Gaya hidup yang tidak sehat

Gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok dapat mengganggu sistem vaskularisasi (peredaran darah) dalam tubuh. Padahal bila jaringan tidak mendapat aliran darah yang cukup, maka seluruh organ tubuh termasuk organ-organ reproduksi menjadi tidak sehat. Ujung-ujungnya produktivitas ikut menurun.

8.Diet ketat

Menurut dr. Marilyn Glenville, penulis buku Natural Solutions to Infertility, makan teratur sangat bermanfaat untuk kesuburan karena menyeimbangkan kadar gula darah. Kadar gula darah akan menghambat penyerapan hormon progesteron. Padahal, hormon ini bermanfaat menjaga telur yang sudah dibuahi agar tetap berada di rumah-nya.

9.Obesitas

Bila BMI (body mass index) anda diatas 25, lemak secara otomatis menjalani proses esterifikasi (proses spontan yang mengubah lemak menjadi hormon). Sayangnya, hormon ekstra yang dihasilkan malah mengganggu keseimbangan hormon yang sudah ada didalam tubuh. Padahal untuk proses pengeluaran sel telur, syarat utamanya adalah hormon dalam kondisi seimbang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *